Sabtu, 14 November 2015
PERINTAH BERMAJELIS & LARANGAN DEBAT BERLEBIH
Sahabat,
betapa tingginya ilmu Islam yg bersumber kepada Alqur'an dan hadist dan
terjamin sampai akhir jaman. Maka semakin belajar,a kan semakin merasa
kita ini kecil,semakin menyingkap pula tentang sesuatu yang kita anggap
salah menjadi benar, yang benar menjadi salah. Maka pemahaman ilmu yang
berbeda membuat perbedaan varian ibadah yang terkadang bersinggungan.
Bagaimanapun semoga tetap menjadikan kita kesatuan umat dalam keindahan Islam. Yang kemudian duduk dalam majelis,bermusyawarah agar tetap menjaga kerukunannya. Dan pula menghindari perdebatan yang berlebih,melainkan sekedar diskusi agar saling memahami dan menghormati. Sesungguhnya setiap tiap masalah tergantung daripada ilmu,pemahaman dan mensikapinya...lalu bermusyawarahlah dalam majelis,
Bagaimanapun semoga tetap menjadikan kita kesatuan umat dalam keindahan Islam. Yang kemudian duduk dalam majelis,bermusyawarah agar tetap menjaga kerukunannya. Dan pula menghindari perdebatan yang berlebih,melainkan sekedar diskusi agar saling memahami dan menghormati. Sesungguhnya setiap tiap masalah tergantung daripada ilmu,pemahaman dan mensikapinya...lalu bermusyawarahlah dalam majelis,
Allah berfirman :
"
Hai orang orang yang beriman,apabila dikatakan kepadamu, " Berlapanglah
dalam majelis,maka lapangkanlah. Niscaya Allah akan memberimu
kelapangan. Dan bila dikatakan kepadamu(karena suatu keperluan),
"
Berdirilah kamu.." (dalam masalah hukum ini,demikian juga dengan hukum
hukum yang lain )Disebabkan ketaatanmu,maka berdirilah,niscaya Allah
akan meninggikan orang yang beriman diantaramu dan orang orang yang
diberi ilmu(agama)beberapa tingkat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan.."( QS Al-Mujadalah : 11 )
Dan
Rosulullah melarang debat, Anas ra, meriwayatkan, " Kami sedang duduk
bermudzakarah didepan pintu Rosulullah shalallahu alaihi
wasallam,seseorang mengajukan ayat Alqur'an sebagai dalil dan yang
lainpun mengajukan ayat Alqur'an sebagai dalil(sehingga timbul
perselisihan). Tiba tiba keluarlah Rosulullah(dalam keadaan marah)hingga
wajahnya memerah seperti biji delima." Dan bersabda :
"
Wahai manusia apakah untuk ini(perselisihan)kamu diutus kedunia ini dan
apakah untuk ini kamu diperintahkan..? Setelah kematianku janganlah
engkau kembali menjadi kafir,membunuh satu dan yang lain(perbuatan ini
bisa menyampaikan kepada kufur)."
( HR. Thabrani-Majma'uz Zawaid : I/389 )
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar